Suryadian, Berkubang di Alamnya Sendiri Oleh: Jibsail Penyair bermain dengan kegalauannya, itu biasa. Penyair bermain dengan kerinduannya, itu biasa. Penyair bermain dengan kesunyiannya, itu biasa. Bahkan tidak ada yang luar biasa ketika penyair berkubang dengan suka dan perihnya cinta yang dia rasakan. Berangkat dari biasa dan tidak adanya keluarbiasaan itu, adalah kita. Seberapa jauh kita berani membenamkan diri untuk menelusuri dan menyelami yang biasa dan tidak luarbiasa itu? Keberanian tersebut adalah kerapuhan. Dan kerapuhan dari keberanian tersebut adalah yang moment buat kita untuk hidup tangguh. Jadi, kerapuhan bukanlah petaka atau sumber dari segala bencana. Kerapuhan adalah mukjizat inspirasi; sumber dari segala improvisasi, seperti ketika penyair bermain dengan alamnya sendiri. 'Alam sendiri' adalah fenomena bahwa tidak ada yang lebih hebat di jagad ini. Tidak ada hal lain yang sanggup demikian kuat untuk berbuat sesuatu. Ada jalur yang begitu jelas...
Kritik Puisi, Kritik Sastra, Kritikus Sastra Menulis Kritik